DARURAT BENCANA DI MANGGARAI TIMUR DITETAPKAN HINGGA 3 APRIL 2012


Puting beliung yang melanda 6 kecamatan (51 desa) di Kabupaten Manggarai Timur menimbulkan dampak yang besar. Kejadian ini terjadi pada 14 hingga 17 Maret 2012 lalu.  Bupati Manggarai Timur telah menetapkan masa darurat dari 21 Maret hingga 3 April 2012. Penanganan darurat bencana sampai saat ini belum selesai. Bencana angin puting beliung ini tidak hanya mengakibatkan kerugian materiil tetapi juga korban jiwa.
Data terakhir BNPB dilaporkan korban 2 orang meninggal dunia. Sementara itu kerugian materiil terdiri atas 1.154 unit rumah rusak berat (RB), 67 unit rumah rusak sedang (RS), dan 1.140 unit rumah rusak ringan (RR). Kerusakan fasilitas umum mencakup 57 unit sekolah RB, 9 unit sekolah RR, 1 unit sarana kesehatan RB dan 1 unit RR. Untuk sarana ibadah, 8 unit bangunan RB dan 7 RR. Sarana umum lain yang mengalami kerusakan 2 unit kantor pemerintah RB dan 3 unit RR. Angin puting beliung ini juga merusak sektor pertanian, yaitu1.072 pohon cengkeh dengan taksiran kerugian mencapai Rp 398 juta.
Upaya yang dilakukan hingga saat ini antara lain, tim BNPB telah berkoordinasi dengan Bupati Manggarai Timur dan SKPD terkait. BNPB memberikan bantuan Rp 400 juta kepada BPBD Provinsi NTT untuk membantu penanganan darurat. Dilaporkan juga bahwa pembersihan jalan dari pohon-pohon yang tumbang telah selesai dilakukan. Pos Komando telah didirikan oleh pemerintah daerah setempat dan bertempat di rumah dinas Bupati Manggarai Timur. Hari ini (24/3) pemerintah setempat memperbaiki sekolah rusak dan menyalurkan 100 ton beras. Sehubungan dengan kondisi saat ini, Bupati meminta dukungan bantuan kepada Provinsi NTT dan juga BNPB. Kebutuhan yang masih mendesak antara lain bahan material untuk perbaikan rumah warga yang rusak ringan dan sedang, seperti seng, paku, dan asbes.

 


Kunjungan Mahasiswa Aoyama Gakuin University di DERU UGM

Sebanyak delapan mahasiswa dari Aoyama Gakuin University (Jepang) mengikuti field research di UGM. Program field research ini merupakan joint program dari Aoyama Gakuin University dengan Program on Humanitarian Action (POHA), salah satu klaster di bawah Institute of International Studies (IIS) UGM. Selama mengikuti field research itu mahasiswa Jepang ini didampingi oleh salah satu dosen pembimbing mereka, Prof. Stefano Tsukamoto, dan DERU UGM di wakili oleh Manager DERU Slamet Widiyanto, M.Sc, dan Relawan DERU.

Perwujudan Penerjunan II Kegiatan Sapi Peranakan Onggole (PO) di Dusun Kuwang, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman Kerjasama Antara BAZNAS Dengan LPPM-UGM

Penerjunan  sapi  Peranakan Ongole (PO) tahap II di dusun Kuwang desa Argo Mulyo Kecamatan Cangkringan telah berlangsung tanggal 27 Januari 2012. Sapi-sapi tersebut berasal dari Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri.  Dalam aktivitas tersebut telah diserahkan 7 ekor sapi betina dewasa yang akan diserahkan kepada kelompok Ternak “Tani Makmur” yang ada di dusun setempat. Sebelum penyerahan sapi,  dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan  dan reproduksi secara maskroskopis oleh pakar dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Selanjutnya, penyerahan sapi dilaksanakan oleh Ketua pelaksana kepada Dukuh Kuwang dengan disaksikan oleh beberapa pakar lain. Berdasarkan rencana penyerahan sapi tahap III akan dilaksanakan pada minggu ke-2 bulan Februari.

Penyerahan sapi kepada Bapak Eko Bejo selaku Dukuh Kuwang

Perwujudan Penerjunan Awal Kegiatan Sapi Peranakan Onggole (PO) di Dusun Kuwang, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman Kerjasama Antara BAZNAS Dengan LPPM-UGM

Perwujudan penerjunan awal sapi jenis Peranakan Ongole (Gambar 1) di dukuh Kuwang, desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan telah dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2012  dengan memberikan 5 ekor betina dewasa dan betina dara siap kawin dan 1 ekor pejantan. Apabila dalam kurun waktu 1 minggu sapi dalam kondisi sehat dan dipelihara dengan baik, maka akan dilakukan penambahan  6 ekor sapi betina untuk tahap II. Demikian seterusnya sampai jumlah sapi mencapai 20 ekor betina dewasa dan 1 ekor pejantan. Berdasarkan rencana, penerjunan sapi tahap II akan dilaksanakan pada akhir bulan Januari.  Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa merupakan kerja sama antara DERU-LPPM-UGM dengan  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)

Gambar 1. Jenis sapi peranakan Ongole(PO) dewasa

Kunjungan Tim Ahli dalam Kegiatan Sapi Peranakan Onggole (PO) di Dusun Kuwang, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman Kerjasama Antara BAZNAS Dengan LPPM-UGM

Pada tanggal 30 Desember 2011, telah dilaksanakan sosialisasi tentang Cara beternak  sapi Peranakan Ongole (PO) di Dusun Kuwang, Agromulyo, Cangkringan yang merupakan kerja sama DERU-LPPM-UGM dan Badan Amil Zakat Nasional. Kegiatan tersebut diberikan sehubungan dengan rencana pemberian sapi PO bagi peternak di dusun Kuwang. Berdasarkan rencana, tatacara pengelolaan sapi akan dilaksanakan dengan metode bergulir, yakni bila pedet telah mandiri, maka induk akan digulirkan kepada peternak lain, demikian seterusnya sehingga dapat diharapkan tercapainya  dua tujuan yakni peningkatan pendapatan peternak setempat dan terlaksananya program konservasi  sapi PO sebagai sapi Jawa.
Acara sosialisasi dihadiri oleh kepala bidang V Dr drh Joko Prastowo, beberapa pakar reproduksi dari fakultas Kedokteran Hewan antara lain Prof Dr drh Slamet Soebagyo, kepala dusun Kuwang dan kurang lebih 22 peternak.